BARU TERUNGKAP ..!! FAKTA MILITAR BRUNEI YANG TAK DIKETAHUI MASYARAKAT LUAS

Sengketa teritorial di Laut China Selatan telah memunculkan ketegangan antara China dan negara-negara termasuk Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia dan Brunei Darussalam. Baik Vietnam dan Malaysia terus mendongkrak kemampuan militer mereka dengan menaikkan anggaran militer mereka hingga dua kali lipat sejak 2011. Brunei pun tidak mau ketinggalan. Negara kecil ini pun tak mau dianggap enteng dengan menggenjot belanja militer mereka.

 militar

Menteri Pertahanan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam telah bertemu dalam forum ASEAN untuk membahas kebutuhan pertahanan regional dan kerjasama pertahanan masa depan dan menyimpulkan konferensi dengan menyetujui program tiga tahun.

Pertemuan itu menyusul pengumuman Maret oleh Menteri Keuangan Kedua Pehin Dato Abdul Rahman Ibrahim tentang proposal negara untuk meningkatkan anggaran pertahanan pemerintah pada tahun fiskal 2014/2015.
Anggaran untuk Departemen Pertahanan disetujui dengan suara bulat oleh legislatif meningkat sebesar 39 persen pada tahun keuangan ini menjadi 719 juta Dollar Amerika.. Sekitar 45 persen dari anggaran yang dialokasikan untuk gaji, sisanya untuk belanja pertahanan.


Peningkatan terbesar adalah 32 persen untuk pengeluaran khusus, yang pada 2013/2014 hanya sembilan persen dari anggaran. Pengeluaran khusus meliputi belanja senjata. Angkatan Udara Brunai (Royal Brunei Air Force/RBAF) mendapat anggaran sekitar 183 juta Dollar Amerika.
Komandan RBAF ,Pehin Dato Mohd Mayjen Tawih mengatakan kepada media lokal pada bulan Maret, “Kami sedang dalam proses mencari pesawat. Tapi dari mana kami akan beli? Tunggu saja pengumumannya.”


No comments:

Post a Comment